Jenis Bata Ringan dan 5 Perbandingan Bata Ringan

Jenis Bata Ringan dan 5 Perbandingan Bata

Ringan

Jenis Bata Ringan dan 5 Perbandingan Bata Ringan

Illustrasi : elitehebel.co.id

Saat ini terdapat pembaharuan teknologi dalam bidang bahan material, di Indonesia sendiri terdapat 2 jenis bata ringan yang biasa digunakan untuk pembangunan, jenis bata ringan tersebut yaitu bata ringan AAC (Autoclaved Aerated Concrete) dan bata ringan CLC (Cellular Lightweight Concrete). Produk bata ringan ringan diberik merek dagang adalah “hebel“. Hebel merupakan merek pionir di pasar, sehingga membuat kebanyakan masyarakat saat ini mengenal bata ringan adalah hebel atau bata hebel. Pada artikel ini kita akan membahas sedikit jenis dari kedua jenis bata ringan tersebut, simak sampai selesai ya!

Jenis Bata Ringan AAC (Autoclaved Aerated Concrete)

Bata ringan AAC ini memiliki komposisi pasir silika, semen, kapur dan air. Lalu semua bahan tersebut dicampurkan, setelah itu dimasukan kedalam mesin autoclaved. Dengan menggunakan mesin dan dilakukan menggunakan uap bertegangan tinggi yang memiliki suhu sebesar 200 derajat celcius, hal tersebut dilakukan bertujuan untuk memicu terjadinya reaksi antara pasir silika dan kapur. Proses  produksi tersebut menghasilkan bata ringan yang memiliki pori-pori udara, dan faktor itu yang membuat bobot bata ini menjadi ringan jika dibandingkan bata merah.

Bata ringan jenis ini memiliki berat sebesar 63 kg/m3,. Meskipun di dalamnya terdapat pori-pori namun hal tersebut tidak dapat mengubah bata jenis ini memiliki kemampuan untuk menyerap air, hal ini disebabkan karena pori-porinya tidak saling berhubungan. Bisa dikatakan bata ringan jenis AAC ini memiliki daya serap air, dan densitas yang rendah. Namun meskipun begitu, bata ringan AAC memiliki rasio kepadatan yang baik dan memiliki kemampuan untuk menahan berat suatu benda yang memiliki tekanan yang tinggi.

 Jenis Bata Ringan CLC (Cellular Lightweight Concrete)

Jenis bata ringan CLC menggunakan komponen sebagai berikut: semen, pasir kuarsa, kapur, gypsum, air dan pasta aluminium, sementara jenis bata ringan AAC menggunakan komponen sebagai berikut: pasir, semen, air, dan busa. Untuk pasirnya sendiri berasal dari pasir sungai yang memiliki ukuran 4, 6, 8 mm tergantung tingkat kepadatan bata ringan yang diinginkan.

Baca Juga :  Bata Ringan VS Bata Merah

Kualitas hasil produksi bata ringan jenis ini pun bisa disesuaikan berdasarkan jumlah massa jenisnya. Mulai dari tingkat 350-1800 kg/m3 sampai jenis yang memiliki berat 1,5-30 N/m2. Tetapi pada umumnya memiliki tingkat kepadatan kg/m3.

Hal tersebut disebabkan bata ringan jenis ini memiliki kemampuan daya serap terhadap air yang bisa dibilang cukup minim, meskipun begitu baja yang dipasang didalam bata ringan ini tidak perlu dilapisi cat anti karat. Bata ringan jenis CLC ini memiliki kelebihan seperti bisa dipaku, mudah dipotong, memiliki daya isolasinya yang cukup tinggi dan tahan terhadap api.

Jenis Bata Ringan : Ukuran Bata Ringan

Jika dibandingkan dengan bata merah ukuran bata ringan lebih kecil, selain itu bata ringan juga dibedakan berdasarkan jenis dan ukurannya. Diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Ukuran normalnya adalah 2000 kg/m3
  • Ukuran keringnya adalah 1500 kg/m3
  • Ketebalan spesi dari bata ringan adalah 20-30 mm
  • Ukuran Produktivitasnya adalah O,380 W/mK

Jenis Bata Ringan : Ukuran Bata Ringan/Hebel AAC

  • Panel lantai RR 4.4 dengan dinding maksimal seluas 3 m
  • Apabila tanpa plester super panel dinding 3 m dengan tebal 10 cm
  • Apabila tanpa plester super panel dinding 3 m dengan tebal 7,5 cm
  • Sebagai pasangan bata hebel menggunakan PM 200 thinbed mortar
  • AAC jumbo blok memiliki ukuran tinggi 7,5/10/12/5/20 cm x lebar 20 cm x Panjang 60 cm
  • AAC blok hebel tinggi 7,5/10/12/5/20 cm x lebar 40 cm x panjang 60 cm

Ukuran Bata Ringan/Hebel 7.5

Standar ukuran bata ringan jenis ini adalah 7,5 cm x 20 cm x 60 cm. Dengan ukuran yang tidak terlalu besar tentunya hal itu akan membuat proses pengangkutan barangnya semakin cepat, karena akan memudahkan proses pemindahan barang serta proses pengerjaannya pun akan lebh cepat apabila menggunakan bata merah.

Bata Ringan Ukuran 7,5
Contoh Bata Ringan Ukuran 7,5 | Ilustrasi : elitehebel.co.id

Ukuran Bata Ringan/Hebel 10

Ukuran jenis ini memiliki standar ukuran  10 cm x 20 cm x 60 cm. Meskipun ukurannya lebih panjang, namun masa pada jenis bata ringan/hebel ini tidak mengalami perbedaan yang signifikan apabila dibandingkan bata ringan dengan ukuran 7,5

Bata Ringan Ukuran 10
Contoh Bata Ringan Ukuran 10 | Ilustrasi : elitehebel.co.id

Jenis Bata Ringan : Ukuran Bata Ringan

Ukuran bata ringan jenis ini biasanya menggunakan ukuran 7.7 cm atau menggunakan ukuran 10 cm, tergantung penyesuaian bentuk bangunan dan keinginan dari yang ingin menggunakan bata ringan jenis ini. Dari segin ukuran dan ketebalannya pun bata jenis ini sudah termasuk kategori bata ringan yang  proporsional.

Baca Juga :  3 Kelebihan dan Kekurangan dari Bata Ringan

Jenis Bata Ringan : Perbandingan Bata Ringan jenis AAC dan jenis CLC

Meskipun Bata Ringan jenis AAC dan CLC ini bisa dikatakan memiliki manfaat dan keuntungan tidak begitu jauh, namun kedua bata tersebut masih memiliki beberapa perbedaan yang anda harus pahami loh. Berikut merupakan perbedaannya:

  1. Alasan bata ringan AAC memiliki warna putih adalah bata ringan jenis ini berasal dari bahan baku pasir silika dan kapur, sementara bata ringan jenis CLC memiliki warna yang cenderung abu-abu. Hal ini dikarenakan adanya penambahan material berupa pasir sungai atau pasir tambang
  2. Untuk dimensi nya sendiri bata ringan jenis AAC maupun CLC memiliki ukuran yang sama, namun bata ringan jenis AAC memiliki bobot yang lebih ringan dari bata ringan CLC. Hal tersebut disebabkan karena material penyusun dari kedua bata ringan itu memiliki letak yang berbeda dan proses pengolahannya pun memiliki tahap yang berbeda.
  3. Proses pembuatan dari  kedua jenis bata ringan tersebut juga memiliki perbedaan, karena proses pembuatan untuk bata ringan jenis AAC sendiri masih menggunakan material yang sederhana, bisa dikatakan proses ini masih menerapkan sistem industri rumahan yang berarti masih menggunakan alat yang sederhana. Hal itu menyebabkan kapasitas produksi tidak terlalu besar dan stabil. Beda halnya dengan proses pembuatan bataringan jenis CLC yang sudah menggunakan teknologi lebih modern jika dibandingkan dengan proses pembuatan bata ringan jenis AAC. Dengan demikian, jumlah stock yang dibuatnya pun stabil dan kapasitas produksinya dapat dijaga dengan baik
  4. Untuk proses pemasangan bata ringan AAC dan CLC pun bisa dikatakan memiliki komponen tambahan yang berbeda.  Bata ringan CLC bisa dicampurkan hanya dengan semen biasa, beda halnya dengan bata ringan jenis  AAC yang harus menggunakan komponen tambahan seperti mortar atau thinbed.
  5. Bata Ringan jenis AAC dan jenis CLC ini memiliki banderol harga yang bisa dibilang hamper sama. Saat ini bata ringan jenis AAC dibanderol sebesar Rp. 750.000 /m3, sementara harga untuk bata ringan jenis CLC sendiri dibanderol sebesar Rp. 760.000/m3
Baca Juga :  Bata Ringan vs Batako

Kelebihan Bata Ringan oleh Elitehebel.co.id :

Setelah menyimak artikel diatas apakaha anda sudah  dapat menentukan bahan apa yang cocok sebagai material bangunan anda? Jika belum, anda dapat berkonsultasi dengan kami.

Karena kami adalah PT Elite Hebel. Sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang distributor penjualan material bangunan seperti bata ringan ,semen mortar, semen biasa. Dengan value yang sangat kami perhatikan dan memberikan perhatian khusus kepada para pelanggan kami, value yang kami pegang adalah sebagai berikut:

     1. Kepastian stok atau persediaan barang

Kami selalu menjamin bahwa stok selalu tersedia di gudang atau workshop kami. Karena kami memiliki hubungan kemitraan yang kuat dengan produsen dalam waktu yang sudah terbilang cukup lama, maka dari itu kami bisa saling membantu dalam kepastian stok yang akan di proses setiap harinya.

    2. Kepastian waktu distribusi

Kami bisa sangat menjamin kepastian dalam pengiriman barang yang anda pesan, karena kami memiliki armada distribusi yang cukup banyak dan juga kuat. Selain itu, pengendara yang bekerja pun mempunyai lisensi berkendara yang baik.Serta mengerti kondisi jalan dan lalu lintas yang baik. Maka dari itu menjadikan proses pengiriman barang selalu dalam kondisi baik dan prima, dan juga tepat waktu sesuai dengan jadwal yang di sepakati ketika proses transaksi.

   3. Kepastian mutu

Pada umumnya, bata ringan atau lebih dikenal dengan nama hebel adalah material pengganti bata merah. Jenis material ini dipilih karena bobotnya yang lebih ringan sehingga memudahkan pada saat aplikasi pemasangan. Menjadikan pekerjaan oembangunan menjadi lebih efektif dan efisien. Lalu bata ringan juga memiliki sifat yang kuat dan kokoh walaupun memiliki masa yang ringan. Karena memiliki kualitas yang sangat baik maka bata ringan atau hebel sangat layak untuk menjadi pengganti bata merah.

Kami berkerja sama dengan produsen bata ringan yang memiliki produk yang berkualitas tinggi. Berikut daftar produsen bata ringan yang berkerja sama dengan kami:

  • Betacon
  • Acon
  • Inti Global
  • BSH (Bata Sentra Utama)
  • IBI ( PT impian baru Indonesia)
  • Multicon
  • Broco

Kami menjual dengan harga murah tanpa mengurangi kualitas dari merek itu sendiri. Jika masih ingin mengetahui lebih detail dari semua produk yang kami jual, atau ingin berkonsultasi mengenai rekomendasi bata ringan, bisa menghubungi kami langsung via whatsapp or call :

Email : halo@elitehebel.co.id

Website : elitehebel.co.id

Search us on maps : https://goo.gl/maps/36jL18qRpyTbe5Dr9

 

Leave a Reply

Alamat : Jl. Proklamasi Nomer No.121, Abadijaya, Kec. Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat 16417
Kontak : +628128250007
 
klik kontak di bawah untuk chat dengan CRO kami, atau anda bisa email kami ke info@elitehebel.co.id